Galaksi adalah kumpulan berjuta-juta bintang, gas dan debu yang sangat luas yang terikat bersama gravitasi. Di alam semesta ini diperkirakan ada satu bilyun galaksi, yang masing-masing beranggotakan jutaan bintang. Kita dapaat mengamati galaksi dengan menggunakan teleskop besar.
Galaksi tempat bumi kita berada, berikut matahari dan 8 planet lainnya (merkurius, venus, mars, jupiter, saturnur, uranus, neptunus dan pluto) adalah Galaksi Bima Sakti (Milky Way).
Hasil pengamatan mengung kapkan bahwa matahari kita hanyalah salah satu dari beribu matahari lainnya yang beredar mengikuti pusat bintang-bintang tersebut.
Gugus bintang galaksi Bima Sakti ini telah dapat diamati semejak peradaban kuno, khususnya dimalam hari pada musim kemarau. Galaksi Bima Sakti ini akan terlihat seperti jalur putih yang membentang dari utara ke selatan, jalur tersebut seolah membelah langit malam menjadi dua bagian disisi timur dan barat.
Galaksi kita ini berotasi (berputar) dengan arah berlawanan jarum jam. Galaksi Bima Sakti memiliki 100 ribu juta bintang. Selain itu terdapat pula gumpalan-gumpalan gas dalam ukuran kecil yang jumlahnya sangat banyak. Dari pengamatan yang teratur, diketahui bahwa jumlah bintang di pusat galaksi lebih banyak daripada ditepinya. Matahari merupakan bintang yang terletak di tepi galaksi. Matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti dengan kecepatan 220 km/detik. Untuk mengitari pusat galaksi matahari memerlukan waktu selama 2,4 x 108 tahun (=240 juta tahun).
Pemahaman astronom mengenai bentuk galaksi Bima Sakti, tidak terlepas dari perkembangan pengetahuan dimulai dari:
a. Thomas Wright (1750):
Matahari bersama bintang-bintang lainnya membentuk satu kelompok seperti pulau perbintangan di tengah-tengah jagad raya.
b. William Herschel (1784) :
Kelompok bintang-bintang dalam galaksi Bima Sakti membentuk piringan pipih seperti cakram.
c. Kapteyn (1910) :
Wujud galaksi Bima Sakti adalah pipih.
d. Hasil studi cacah bintang dari Harold Shapley (1917):
Galaksi Bima Sakti berbentuk cakram dengan garis tengah 100.000 tahun cahaya, dan matahari berada di daerah tepi sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi.
Galaksi lainnya adalah : galaksi Andromeda (galaksi tetangga terdekat dengan galaksi kita yang berjarak 870.000 tahun cahaya = 1.1013km).
Berdasarkan bentuknya, galaksi dapat dikategorikan kedalam 3 bentuk :
a. Galaksi yang berbentuk spiral
Sebagian galaksi berbentuk spiral, seperti Bima Sakti, Galaksi Andromeda, dan galaksi Canes Venatici spiral. Galaksi yang berbentuk spiral berjumlah 80% dari galaksi yang ada. Galaksi ini memiliki struktur paling teratur terhadap pusat.
b. Galaksi yang berbentuk elips
Galaksi yang berupa gumpalan pekat disebut Galaksi Eliptik. Galaksi yang berbentuk elips ber- jumlah 17% dari seluruh galaksi yang ada. Bentuk galaksi ini lebih sederhana dibanding galaksi spiral, kerapatan bintang lebih tinggi di pusat dibanding di tepinya.
c. Galaksi yang tidak beraturan
Galaksi ini berjumlah 3% dari seluruh galaksi yang ada.
Tata Surya
Ada beragam teori mengenai asal-usul tata surya kita yang dikemukakan oleh para ahli, tetapi belum ada satupun yang dapat diterima oleh semua pihak. Teori-teori tersebut diantaranya: hipotesis nebula, hipotesis planettesima, teori tidal atau pasang surut, teori bintang kembar, teori creatio continua, dan teori Kuiper.
1) Hipotesis Nebula
Hipotesis mengenai asal ussul tata surya ini dikemukakan oleh Laplace (1976) yang meyakini bahwa sistem tata surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas. Pada proses kondensasi tersebut sebagian terpisah dan merupakan cincin yang mengelilingi pusat yang selanjutnya menjadi matahari.
Dengan cara yang sama bagian-bagian yang mengelilingi pusat tersebut (cikal bakal matahari) setelah mendingin akan mejadi planet-planet seperti bumi yang mengelilinginya.
Namun hipotesis ini digagalkan oleh adanya bukti dengan ditemukannya dua buah bulan pada jupiter dan sebuah bulan pada saturnus yang berputar berlawanan arah dengan rotasi-rotasi planet. Hal ini menunjukkan satelit tersebut bukan merupakan bagian dari planet tersebut.
2) Hipotesis Planettesima
Chamberlatin dan Moulton berhipotesis bahwa tata sur ya ini berasal dari kabut gas yang sangat besar yang berkondensasi, dengan asumsi pembentukan plaet-planet tidak harus harus berasal dari satu badan, melainkan juga dapat berasal dari bintang besar lainnya yang kebetulan melintas didekat bintang yang merupakan bagian dari tata surya kita. Bagian kabut gas bintang tersebut selanjutnya terpengaruh oleh gaya tarik matahari yang setelah mendingin terbentuk benda-benda kecil padat yang disebut planettesimal. Teorinya ini dapat menjawab kelemahan pada teori nebula.
3) Teori Tidal Atau Pasang Surut
Teori ini diungkapkan James dan Harold Jeffreys (1919). Teori ini berasumsi bahwa planet merupakan hasil percikan matahari yang disebut tidal. Tidal yang besar selanjutnya menjadi planet. Keluarnya tidal dari matahari ini diakibatkan adanya gaya tarik dari matahari lain yang bergerak melintas didekat matahari kita yang menarik sebagian materi dari matahari kita keluar. Teori ini masih diyakini oleh sebagian pengautnya sampai sekarang.
4) Teori Bintang Kembar
Teori ini berasumsi kalau matahari dulunya berasal dari dua buah bintang kembar yang salah satunya meledak akibat gaya tarik gravitasi dimana pecahan-pecahannya tetap berada disekitar bintang yang satunya. Bintang yang satu ini merupakan cikal bakal matahari dan pecahan-pecahan bintang lain merupakan bakal planet yang bergerak mengitari matahari.
5) Teori Creatio Continua
Fred Hyle, Bindi dan Gold beranggapan bahwa alam semesta ini sebelumnya tidak, setelah diciptakan, alam semesta ini ada dan akan tetap ada. Alam semesta ini akan mengalami proses pengembangan (memuai).
Selama proses penciptaan dan pengembangan akan partikel yang dilahirkan dan adapula yang lenyap. 90% materi alam semesta ini berupa hidrogen, selama itu kandungan hidrogen yang dimiliki akan berubah melahirkan helium dan zat–zat lainnya. Partikel–partikel tersebut selanjutnya bergabung membentuk embun–embun kabut spiral dengan bintang–bintang dan jasad–jasad alam semesta. Mengem bangnya alam semesta ini diakibatkan oleh jumlah partikel yang terbentuk jauh lebih besar dari pada partikel yang hilang.
Menurut mereka, proses pengembangan ini akan berlangsung selama 10 milyar tahun. Selama itu akan dihasilkan kabut–kabut baru pula.
6) Teori Kuiper.
G.P Kuiper (1950) berteori bahwa terbentuknya alam semesta ini berasal dari gas purba yang ada di ruang angkasa. Sebagian kabut gas yang tampak tipis memampatkan diri menjadi sebuah benda yang memadat karena adanya gaya tarik antar molekul gas.
Sifat gas yang selalu mengalami pergerakan menyebab kan benda yang terbentuk bergerak. Pergerakan benda yang memutar menyebabkan bentuk benda menjadi pipih dan memadat dibagian tengah, beberapa gumpalan kecil gas akan keluar dari putaran benda ke lingkungan sekitarnya. Gumpalan gas yang memadat ditengah inilah yang merupakan cikal bakal matahari dan gumpalan gas yang terlontar keluar, merupakan cikal bakal planet.
Gesekan antar gas yang semakin memadat mulai menyalakan api, pancaran panas api tersebut mengusir kabut–kabut gas yang menyelimuti benda cikal bakal planet menjadi tak terbungkus gas lagi. Bakal planet yang jaraknya jauh dari matahari kurang terpengaruh oleh hal itu, oleh sebab itu bakal planet akan kelihatan besar karena diliputi oleh kabut gas.
b. Pemodelan Tata Surya
Ada dua buah pemodelan mengenai tata surya kita, yang berkembang sejak dulu hingga kini seperti yang telah dikembangkan dimuka, yaitu : model geosentris dan model heliosentris.
1) Model Geosentris
Model yang beranggapan bahwa matahari, bintang, planet, dan bulan bergerak mengelilingi bumi ini telah diteri oleh orang lebih dari 2000 tahun yang lalu.
Model tata surya ini dikemukakan oleh Hipparcus (140 SM) seorang astronom Yunani kuno. Model ini dikembangkan lebih lanjut oleh Ptolemaeus (abad ke-2 M). Ptolomeus Seorang ilmuwan Yunani yang menyusun gambaran baku mengenai Alam semesta yang dipakai oleh para ahli astronomi hingga jaman Renaissance. Menurut Ptolomeus:
Matahari, Bulan, dan planet-planet beredar mengelilingi Bumi dengan suatu sistem yang rumit.
Teori ini akhirnya ditentang dan dibuktikan kesalahannya oleh Copernicus. Ptolomeus menulis ensiklopedi besar astronomi Yunani yang disebut Almagest.
2) Model Heliosentris
Model yang beranggapan matahari sebagai pusat peredaran planet dan benda-benda langit lainnya ini bermula dari pemikiran Aristrachus (310-230 SM) yang pada awalnya belum mendapat tempat dalam bidang astronomi.
Adanya revolusi ilmiah yang dilakukan Copernicus (1473-1543) dan disempurnakan Keppler (1571-1630). Kepler menentukan sifat orbit planet berdasarkan analisis data teleskop astronomi Brache mengemukakan tiga buah hukum yang yang menguatkan pemodelan tata surya ini.
Ketiga hukum tersebut dikenal dengan hukum Kepler (hukum I, II dan III).
Hukum I Kepler mengenai bentuk orbit tatasurya (1609), bentuk orbit tata surya adalah elips dan matahari berada pada salah satu titik fokusnya (pada sumbu panjangnya).
Hukum II Kepler mengenai luas sapuan orbit tatasurya (1609), luas bidang yang dilalui oleh garis penghubung antara planet dan matahari dalam interval waktu yang sama adalah sama. Hukum ini menyatakan bahwa kecepatan masing-masing orbital tidak sama.
Hukum III Kepler mengenai perbandingan jarak yang harmonik (1609), perbandingan pangkat tiga (kubik) jarak rata-rata planet terhadap matahari (d) dengan pangkat dua (kuadrat) periode revolusinya (T) terhadap matahari adalah sama untuk semua planet.
Tata-Surya yang Teratur Sempurna
Bila Anda pergi ke luar, sinar matahari menerpa wajah Anda tanpa mengganggu Anda, dan keadaan yang menguntungkan Anda ini disebabkan oleh adanya tatanan sempurna dalam tata surya. Matahari, yang memberikan kehangatan dan cahaya menyenangkan bagi kebaikan kita, sebenarnya hanyalah seperti sebuah lubang dalam yang terdiri atas awan gas berwarna merah. Matahari terbuat dari pusaran nyala api raksasa yang memancar sampai berjuta-juta kilometer jauhnya dari permukaan yang mendidih, serta topan raksasa yang naik ke permukaan dari dasarnya. Hal ini dapat berakibat mematikan bagi umat manusia. Tetapi, atmosfer (lapisan udara) dan medan magnet bumi menyaring semua sinar matahari yang membahayakan dan mematikan ini sebelum sempat sampai kepada kita. Keteraturan sempurna dalam tata surya inilah yang menjadikan bumi planet yang dapat dihuni.
Bila kita tinjau struktur tata surya, akan kita temukan keseimbangan yang sangat halus dan teliti. Yang menahan planet-planet dalam tata surya agar tidak terlepas dari tata surya dan terlempar ke dalam suhu dingin membeku di angkasa luar adalah keseimbangan antara gravitasi (gaya tarik) matahari dan gaya sentrifugal planet-planet. Matahari menarik semua planet dengan gaya tarik kuat yang ditebarkannya, sementara planet-planet secara terus-menerus mengimbangi tarikan ini dengan menggunakan gaya sentrifugal yang ditimbulkan oleh gerakan planet-planet tersebut pada jalur lintas atau orbitnya. Tetapi bila planet-planet ini berputar pada sumbunya (gerak rotasi) dengan kecepatan yang sedikit lebih rendah, planet akan ditarik oleh matahari dengan sangat kuat sehingga jatuh ke dalam raksasa matahari dan tertelan suatu ledakan hebat. Hal yang sebaliknya juga mungkin terjadi. Jika planet-planet berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, kali ini gravitasi matahari tidak akan cukup kuat untuk menahannya dan planet-planet akan terlempar ke ruang hampa di angkasa luar. Tetapi, sebuah keseimbangan yang sangat halus cermat telah ditetapkan, dan sistem ini dapat terus berlangsung karena mempertahankan keseimbangan ini.
Selain itu, juga penting untuk dicatat bahwa keseimbangan yang disebutkan di atas diciptakan secara tersendiri untuk setiap planet, karena jarak masing-masing planet dari matahari adalah berlainan. Di samping itu, massa setiap planet juga berbeda. Karena itulah, untuk setiap planet, kecepatan rotasi yang berbeda juga ditetapkan. Hal ini dimaksudkan, agar planet-planet tersebut dapat menghindari tabrakan dengan matahari maupun lontaran ke ruang angkasa.
Contoh ini hanya merupakan sebagian kecil bukti dari keseimbangan luar biasa di dalam tata surya. Siapa pun yang memiliki akal dapat memahami bahwa keseimbangan yang menempatkan planet-planet besar dan seluruh tata surya dalam keteraturan, dan yang memelihara keteraturan ini hari demi hari dan abad demi abad, tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Tampak jelas bahwa keteraturan ini telah diperhitungkan dengan sangat cermat. Allah, yang Mahakuasa, menunjukkan kepada kita, dengan berbagai kesempurnaan rinci yang telah Dia ciptakan di alam semesta, bahwa segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya. Para ahli astronomi seperti Kepler dan Galileo, ilmuwan yang bekerja untuk menyingkapkan keseimbangan yang luar biasa pekanya dalam tata surya, beberapa kali menyatakan bahwa sistem ini mengisyaratkan perancangan yang sangat jelas dan merupakan bukti kekuasaan Allah di seantero jagat raya. Allah menciptakan dan berkuasa atas segala sesuatu dengan pengetahuan-Nya yang tak terbatas; Dialah Yang Mahaperkasa.
Anggota Tata Surya
Tata Surya (bahasa Inggris: solar system) terdiri dari sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk sembilan buah planet dengan orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, dan satelit alami. Tata Surya dipercaya terbentuk semenjak 4.600 juta tahun yang lalu, merupakan hasil penggumpalan gas dan debu di angkasa yang membentuk matahari dan kemudian planet-planet yang mengelilinginya kecuali planet Pluto. Tata Surya terletak dalam galaksi Bima Sakti.
Tata Surya dikekalkan oleh pengaruh gaya gravitasi matahari dan sistem yang setara tata surya, yang mempunyai garis pusat setahun kecepatan cahaya, ditandai adanya taburan komet yang disebut awan Oort. Selain itu juga terdapat awan Oort berbentuk piring di bagian dalam tata surya yang dikenali sebagai awan Oort dalam. Disebabkan oleh orbit planet yang membujur, jarak dan kedudukan planet berbanding kedudukan matahari berubah mengikut kedudukan planet di orbit.
Marilah kita berkenalan dengan anggota tata surya kita satu persatu:
Merkurius
Merkurius merupakan sebuah planet yang keberadaanya paling dekat dengan matahari. Jaraknya dari matahari adalah sekitar 57 juta kilometer. Suhu di sana sangat panas sekitar 427C disiang hari dan 178C dimalam hari.
Merkurius adalah planet terkecil setelah Pluto. Ukurannya hanya 27% dari ukuran Bumi . Permukaan Merkurius benjol-benjol mirip dengan permukaan bulan. Benjolan-benjolan itu muncul sebagai akibat benturan dengan meteor.
Planet ini merupakan planet yang paling panas dan paling padat/pejal. Kenapa demikian?
Hal ini disebabkan oleh hampir 80% bahan penyusun merkurius adalah besi. Sangat susah sekali melihat merkurius di langit karena kedudukannya sangat dekat sekali dengan matahari. Merkurius hanya dapat nampak terlihat untuk saat-saat tertentu dan kedudukan tertentu, sperti yang terlihat pada gambar
Penampakan planet merkurius
Kala rotasi planet ini adalah 58,6 hari. Kala revolusinya 88 hari. Bandingkan dengan Bumi yang membutuhkan waktu satu tahun (365,25 hari).
Venus
Venus adalah planet tetangga terdekat. Ukurannya pun hampir sama dengan Bumi , berdiameter ± 12100 km (Bumi memiliki diameter ± 12755 km). Kala rotasinya adalah 243 hari, sedangkan kala revolusinya adalah 225 hari.
Venus terlihat sebagai bintang yang terang benderang, bentuknya hampir menyerupai Bumi . Planet ini dikenal dengan sebutan Bintang Fajar atau Binjang Senja. Jika langit cerah pada pagi atau senja, lihatlah ke arah matahari terbit (pada pagi hari) atau tenggelam (pada sore hari), kamu akan melihat sebuah benda langit seperti bintang bercahaya cukup terang, itulah planet Venus. Cahaya planet berasal dari cahaya matahari yang dipantulkannya.
Mengapa Venus terlihat lebih terang dibanding planet lainnya ?
Venus memiliki atmosfir berupa awan tebal berwarna putih. Atmosfir inilah yang memantulkan cahaya matahari sehingga terlihat berkilau oleh mata kita di Bumi .
Misi perjalanan Mariner 10 ke merkurius
Pada tahun 1974 satelit Mariner 10 menemukan bahwa atmosfer venus ternyata terbentuk dari carbon dioksida beracun dan tetesan asam sulfida.
Mars
Planet Mars dijuluki dengan sebutan planet Merah karena memang terlihat bercahaya merah dari Bumi . Planet Mars dikenal oleh astrolog sebagai Dewa Perang dan planet lambang agresivitas dan kekejaman
Kenapa mars terlihat merah?
Warna merah tersebut disebabkan oleh karena permukaan planet Mars diselimuti debu merah karat.
Mars sekarang ini merupakan planet yang terselimuti padang pasir dan bebatuan, serta bersuhu sangat dingin. Dibandingkan dengan Bumi , ukuran Mars hanya separuh dari ukuran Bumi . Kala rotasi Mars adalah 25 jam (bandingkan dengan Bumi yang 24 jam) dan kala revolusinya adalah 687 hari.Mars memiliki 2 satelit yaitu Phobos dan Deimos sedangkan Bumi cuma satu.
Jupiter
Jupiter adalah planet terbesar di tata surya kita. Jupiter berdiameter 11 kali diameter Bumi . Volumenya diperkirakan sebanding dengan 1310 kali volume Bumi . Beratnya hanya 2 ½ kali planet Bumi . Planet ini tidak padat, tetapi lembek seperti bubur. Permukaannya berupa gas helium dan hidrogen cair yang terbungkus awan yang bergolak.
Jupiter bukanlah planet yang asyik untuk dikunjungi, kenapa demikian? Pesawat ruang angkasa manapun manusia, akan segera hancur karena tekanan yang kuat. Ini pernah dialami pesawat ruang angkasa tak berawak, Galileo. Setelah di planet Jupiter selama delapan tahun, Galileo kehabisan bahan bakar dan ketika memasuki atmosfir Jupiter, Galileo hancur hanya dalam waktu 59 menit.
Jupiter berotasi sangat cepat yaitu 10 jam (rotasi tercepat di tata surya). Kecepatan rotasinya adalah 35400 km/jam (sedangkan Bumi 1610 km/jam, kecepatan mobil F1 dan motor GP ± 320 km/jam). Namun kala revolusinya cukup lama yaitu 12 tahun. Jupiter memiliki 16 buah satelit.
Kita dapat melihat planet Jupiter dengan mata telanjang pada arah Timur – Tenggara setelah matahari terbenam di bulan April.
Saturnus
Saturnus merupakan planet ke-enam atau planet terbesar kedua setelah Jupiter dala tata surya. Saturnus dikenal sebagai planet kematian dan kehancuran. Planet ini memiliki cincin yang mengitarinya. Cincin tersebut berupa potongan jutaan es. Keberadaan cincin yang mengelilinginya menjadikan Saturnus sebagai planet yang terindah dan termegah dibandingkan planet lainnya.
Cincin Saturnus merupakan daya penarik bagi para pengamat. Cincin tersebut dikelompokkan menjadi tujuh lapis, namun pengamat dari Bumi hanya dapat mengenali tiga lapisan cincin yang mengelilingi Saturnus. Cincin Saturnus sangat lebar, lebarnya sekitar 14.600 km dan 25.500 km jauh lebih besar dibanding diameter Bumi (12.756 km), apalagi kalau dibandingkan dengan panjang lapangan sepakbola yang hanya 110 m (1 km = 1000m), berapa kalinya panjang lapangan sepak bola?.
Saturnus didominasi oleh gas (hidrogen, helium, metana, dan amonia). Saturnus berdiameter 9 kali diameter Bumi . Kala rotasinya 10 jam 14 menit (tercepat kedua setelah Jupiter) sedangkan kala revolusinya 29,5 tahun.Tahukah kamu kalau Saturnus ini memiliki jumlah satelit paling banyak yaitu 19 buah. Satelit terbesarnya adalah Titan.
Massa jenis Saturnus (0,7), lebih kecil dibandingkan air, sehingga jika Saturnus diletakkan di tempayan air raksasa, maka Planet ini akan terapung. Saturnus adalah planet terjauh yang bisa dilihat mata telanjang dari Bumi . Tanpa bantuan teleskop, planet ini mirip sebuah titik di langit. Bedanya dengan bintang, ia tidak berkelip.
Uranus
Uranus merupakan planet yang terdiri dari gas, bukan tanah seperti di Bumi . Suhu udara disana sangat dingin dan membeku, shu di permukaannya berkisar antara -233C sampai -213C. Gas utama penyusun Uranus adalah Hidrogen, kemudian diikuti methana dan Helium.
Uranus ternyata memiliki cincin, seperti saturnus, tetapi tipis dan sampai sekarang telah ditemukan 9 lapis cincin Uranus. Kala revolusi Uranus adalah 84 tahun dan kala rotasinya 15 ½ jam.
Arah rotasi Uranus berlawanan dengan arah rotasi Bumi . Uniknya, Uranus berotasi pada sisinya seperti sebuah gasing yang rebah. Akibatnya satu sisi planet terus-menerus mengalami siang selama 42 tahun, sedangkan sisi lainnya terus-menerus mengalami malam selama 42 tahun. Uranus memiliki ± 15 satelit, dua yang terbesar adalah Oberon dan Titania dan terkecil adalah Miranda.
Neptunus
Neptunus adalah adalah planet gas. Diameter Neptunus adalah 49.500 km. Volume Neptunus bisa menampung 60 kali volume Bumi . Kala rotasinya adalah 18 jam sedangkan kala revolusinya 165 tahun, wah lama sekali yah! Untuk sekali revolusi cukupkah umur kita untuk menantinya?.
Neptunus memiliki 8 satelit, yang terbesar adalah Triton. Pesawat angkasa Voyager 2 berhasil mendekati Neptunus dan memastikan bahwa Neptunus memiliki paling tidak 3 lapis cincin.
Pluto
Pluto dari air dan es.Berpuluh-puluh tahun sejak penemuannya, Pluto dianggap sebagai planet kesembilan di tata surya, melengkapi delapan planet yang telah ditemukan sebelumnya.
Namun dibalik itu, spekulasi akan keberadaan anggota kesepuluh mulai berkembang. Setelah simpang-siur kisah seputar Planet X tersebut beredar, barulah pada tahun 1992 para astronom mulai menyadari bahwa selepas orbit Neptunus terdapat sebuah daerah orbit dimana terdapat ± 70.000 objek kecil beku yang berbalut es yang bergerak lambat mengorbit matahari. Objek-objek kecil tersebut kemudian dinamai Sabuk Kuiper (Kuiper Belt) atau Kuiper Belt Object, namun lebih dikenal dengan sebutan Trans Neptunian Object.
Penemuan Kuiper Belt akhirnya malahan membuat status Pluto sebagai sebuah planet mulai diragukan. Ini adalah kenyataan yang ironis mengingat, pencarian planet kesepuluh dari sistem tata surya kita malahan membuat daftar yang sudah ada terancam berkurang satu. Status Pluto kemudian menjadi ajang perdebatan diantara para astronom, apakah tetap digolongkan sebagai planet ataukah objek Kuiper Belt.
Kamis, 28 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Iron Wedding bands: How they perform, why?
BalasHapusIron titanium flask Wedding band, the ford titanium best way mens titanium earrings for a wedding or 바카라 자판기 사이트 engagement band to burnt titanium be successful is with a group of musicians, and people, at the same time.